Teknik Lempar Cakram
Lempar cakram adalah salah satu
cabang atletik pada nomor lempar.
Sejak tahun 708 SM, lempar cakram
merupakan bagian dari pancalomba
(pentathlon) . Pada permulaanya,
cakram terbuat dari batu terupam
halus, kemudian dari perunggu yang
dicor dan ditempa. Cara melakukan
lemparan yang pada mulanya
menirukan gaya nelayan yang
melempar jaring berulang-ulang.
Kemudian, ditemukan lemparan
dengan sikap badan menyiku secara
khusus dengan badan agak bersandar
ke depan.
1. 1. Alat dan sektor ( Lapangan
Lempar Cakram )
a. Alat
Cakram terbuat dari
kayu yang dibingkai
oleh logam sebagai
penguat sisi cakram.
b. Ukuran Cakram
Putra : 2
Kg : 219 -
221 mm (Diameter
garis tengah)
Putri : 1
Kg : 180 -
182 mm (Diameter
garis tengah)
c. Sektor (Lapangan)
1. Lapangan untuk
melempar
berdiameter 2, 50
meter, dalam
perlombaan yang
resmi terbuat dari
metal atau baja.
2. Permukaan lantai
tempat melempar
harus datar dan
tidak licin, terbuat
dari semen, aspal
dan lain-lain.
Lingkaran
lapangan dikelilingi
oleh pagar kawat
atau sangkar
untuk menjamin
keselamatan
petugas ,peserta,
dan penonton.
3. Bentuk lapangan
seperti huruf C,
dengan diameter 7
meter, mulut 3,3
meter. Sektor
lapangan dibatasi
oleh garis yang
berbentuk sudut
40˚ di pusat
lingkaran.
1. 2. Cara memegang
cakramBeberapa cara memegang
cakram antara lain sebagai
berikut :
a. Bagi yang tanganya
lebar, caranya dengan
meletakkan tepi cakram
pada lekuk pertama
jari-jarinya.
b. Cara memegang
cakram untuk orang
yang memliki tangan
lebar adalah jari
telunjuk dan jari
tengah berhimpit, jari-
jari lainya agak
renggang.
c. Cara memegang yang
jari-jarinya pendek
sama dengan cara yang
pertama, hanya letak
tepi cakram agak lebih
ke ujung jari-jari.
1. 3. Teknik Lempar Cakram
Menyamping Tanpa Awalan
Cara melakukan lempar cakram
menyamping tanpa awalan sebagai
berkut :
a. Ambil posisi dan
berdiri menyamping
arah lemparan. Kaki
dibuka selebar bahu,
sedikit ditekuk dan
rilek. Berat badan
terbagi pada kaki.
b. Pusatkan perhatian
dan persiapan untuk
melakukan lemparan
kemudian cakram
diayun-ayunkan ke
samping kanan belakang
lalu ke kiri. Gerakan ini
di ulang-ulang
sebanyak dua tiga kali.
1. 4. Lempar Cakram Dengan
Awalan
Awalan dalam lempar cakram
dilakukan dalam bentuk gerakan
berputar. Banyaknya perputaran
tersebut dibedakan menjadi 1¼, 1½,
dan 1¾ putaran. Awalan ini harus
dlakukan dengan baik, sehingga
dapat menghasilkan lemparan yang
maksimal.
Cara melakukan awalan lempar
cakram adalah sebagai berikut :
a. Mengambil posisi yang
baik, berdiri
menyamping arah
lemparan. Kaki di
renggangkan selebar
badan, sedikit ditekuk
dan kendor. Berat
badan bertumpu pada
kedua kaki.
b. Pusatkan perhatian
untuk melakukan
awalan agar mantap,
kemudian cakram
diayun-ayunkan ke
samping kanan belakang
lalu ke kiri. Gerakan ini
di ulang-ulang 2 – 3
kali dilanjutkan dengan
awalan berputar.
Cara melakukanya
adalah sebagai berkut :
1. Lengan yang
memegang cakram
diayunkan ke
samping kanan
belakang diikuti
oleh gerakan
memilin badan
kekanan, lengan
kiri juga
mengikuti gerakan
ke kanan, sedikit
ditekuk ke muka
dada, kaki kanan
sedikit ditekuk dan
berat badan
sebagian besar
berada pada kaki
kanan, kaki kiri
mengikuti gerakan
dengan tumit agak
diangkat.
2. Kemudian,
cakram diayunkan
ke samping kiri
diikuti oleh badan
ke kiri juga, berat
badan dipindahkan
ke kaki kiri, kaki
kanan kendor dan
tumit sedikit
diangkat.
3. Selanjutnya,
gerakan ayunan
cakram ke samping
kanan belakang
diulangi lagi
seperti latihan di
atas.
GAMBAR
1. 5. Ayunan Lengan Saat
Melempar
Dengan tanpa berhenti
sedikitpun dari posisi siap
lempar ini dilanjutkan
dengan gerakan melempar
cakram. Cara melakukanya
sebagai berikut :
a. Kaki kanan ditolakkan
untuk mengangkat
panggul dari posisi
rendah di atas kaki
kanan didorong ke
depan atas, selanjutnya
badan yang semula
condong ke belakang
dan terpilin ke kakan
diputar ke kiri diikuti
dengan gerakan panggul
yang memutar ke kiri
pula.
b. Berat badan
dipindahkan dari kaki
kanan ke kaki kiri.
Setelah badan
menghadap lemparan
penuh (siap lempar)
dengan waktu yang
tepat cakram di
lemparkan ke arah
depan atas.
c. Lepaskan cakram
setinggi dagu dengan
sudut lemparan kira-
kira 90˚. Cakram
terlepas dari pegangan
dengan berputar
menurut putaran jarum
jam, putaran cakram
terjadi karena tekanan
dari jari telunjuk.
Cakram terlepas pada
saat cakram berada
sedikit dimuka bahu.
Catatan : Cakram yang
terlepas sebelum
melewati bahu akan
mejad lemparan yang
gagal, kecuali
lemparanya tidak akan
jauh, juga tidak masuk
daerah lemparan.
Sebaliknya, kalau
lepasnya agak
terlambat, sudah
sampai dimuka badan,
hasil lemparanya tidak
akan memuaskan dan
akan keluar daerang
lapangan.
1. 6. Gerakan Akhir Setelah
Melempar (Lepas Cakram)
Setelah cakram terlepas, kaki kanan
harus segera dipindahkan ke muka
dengan sedikit ditekuk untuk
menahan agar badan yang condong ke
muka tidak terlanjur terdorong
keluar lingkaran. Kaki kiri
dipindahkan ke belakang dan
pandangan mata mengikuti jatuhnya
cakram.
Pemindahan kaki kanan dari belakang
ke muka ini karena dilakukan dengan
tolakan yang kuat dan pengerahan
tenaga yang maksimal disertai
dengan bantuan kaki kiri juga yang
menolak, terjadi saat melayang
sehingga merupakan suatu lompatan.
Setelah lemparan dilakukan dan
dinyatakan bahwa jatuhnya cakram
sah, dari sikap berdiri pelempar
keluar dari lingkungan melalui
belahan bagian belakang, tidak
dengan lari atau melompat.
1. 7. Hal-Hal Yang Harus
Diperhatikan Dalam Lempar
Cakram
a. Hal-hal yang harus
dihindari dalam lempar
caram
1.Jatuh ke
belakang pada
awalan putaran
2. Berputar di
tempat (seperti
gangsing)
3. Membungkukkan
badan ke depan
(dipatahkan pada
pinggang)
4. Melompat tinggi
di udara
5. Terlalu tegang di
kaki
6. Mebawa berat
badan pada kaki
depan dan
membiarkan jatuh
b. Hal-hal yang harus
diutamakan dalam
lempar cakran
1. Berputar dengan
baik
2. Mendorong
cakram melewati
lingkaran
3. Mendapatkan
putaran yang besar
antara badan
bagian atas dan
bawah
4. Mencapai jarak
yang cukup pada
saat melayang
melintasi lingkaran
5. Mendarat dengan
kaki kanan di titik
pusatkan dan kaki
kiri ke kiri dari
garis lemparan
From : market-mj.blogspot.co.id
Tampilkan postingan dengan label ORKESMUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ORKESMUS. Tampilkan semua postingan
Jumat, 11 Maret 2016
LEMPAR LEMBING
Lempar Lembing merupakan salah
satu cabang olahraga atletik yang
mana termasuk dalam kategori
nomor lempar. dan bagi anda anak
pelajar pastinya materi lempar
lembing ini diajarkan pada waktu
tingkat SMP maupun SMA.
Pada teknik dasar lempar lembing
salah satu faktor penting yang
perlu anda ketahui adalah dengan
mengetahui teknik memegang
lembing yang benar. Karena dari
cara memegang lembing ini lah
kita bisa menggunakan beberapa
gaya atau cara melempar lembing
dengan benar, dan ini adalah salah
satu faktor syah atau tidaknya
suatu lemparan.
Lemparan lembing di nyatakan
syah jika menancap pada sektor
lapangan lempar lembing . untuk
menambah wawasan anda dalam
lempar lembing, kali ini volimaniak
akan memberikan sedikit
pengetahuan mengenai teknik
memegang lembing . untuk
uraiannya langsung saja akan
saya jelaskan lebih detail;
Dalam olahraga lempar lembing
terdapat beberapa teknik yang
harus diperhatikan, di antaranya
adalah tentang cara memegang
lembing, cara membawa lembing,
gaya melempar, dan sikap ketika
melempar lembing.
Cara Memegang Lembing
Untuk memegang lembing ada
terdapat aturan dan ketentuan
khusus yang perlu diperhatikan.
Ada dua macam cara dalam
memegang lembing, yaitu:
Pertama lembing diletakkan pada
telapak tangan dengan ujung atau
mata lembing serong hamper
menuju arah badan. Kemudian jari
tengah memegang tepian atau
pangkal ujung dari tali bagian
belakang (dilingkarkan, dibantu
dengan ibu jari ndiletakkan pada
tepi belakang dari pegangan dan
pada badan lembing. Jari telunjuk
harus lemas ke belakang membantu
menahan badan lembing.
Sedangkan jari-jari yang lainnya
turut memegang lilitan pegangan
di atasnya dalam keadaan lemas.
Dengan cara Finlandia ini, jari
tengah dan ibu jari yang
memegang peranan penting untuk
mendorong tali pegangan pada
saat melempar (Syarifuddin,
1992).
Pertama lembing diletakkan pada
telapak tangan, dengan ujung
atau mata lembing serong hamper
menuju kea rah badan. Kemudian
jari telunjuk memegang tepian
atau pangkal dari ujung tali
bagian belakang lembing, dibantu
dengan ibu jari diletakkan pada
tepi belakang dari pegangan dan
pada badan lembing serta dalam
keadaan lurus. Sedangkan ketiga
jari lainya berimpit dan renggang
dengan jari telunjuk turut
membantu dan menutupi lilitan tali
lembing. Jadi dengan pegangan
cara Amerika ini jari telunjuk dan
ibu jari memegang peranan
mendorong tali pegangan lembing
pada saat melempar (Syarifuddin,
1992).
caranya hanya menjepitkan
lembing diantara dua jari tengah
dan jari telunjuk, sedangkan jari
jari lainnya memmegang biasa.
Cara mengambil awalan pada
lempar lembing sangat erat
kaitannya dengan cara membawa
lembing. Oleh karena itu perlu
juga diketahui oleh para atlet
lempar lembing.
Lembing dipegang di atas pundak
di samping kepala dengan mata
lembing serong ke atas, siku
tangan dilipat atau ditekuk
menuju depan. Cara ini digunakan
oleh para pelempar yang
menggunakan awalan gaya jangkit
(hop-step) pada waktu akan
melempar.
Membawa lembing di bawah adalah
dengan lengan kanan lurus ke
bawah, mata lembing menuju
serong ke atas dan ekornya
menuju serong ke bawah hampir
dekat dengan tanah.
Mata lembing menuju serong ke
bawah sedangkan ekornya menuju
serong ke atas melewati pundak
sebelah kanan.
Sedangkan dalam membawa
lembing, ada tiga cara yang bisa
digunakan, yaitu:
1. Tangan sebelah kanan
ditekuk, kemudian lembing
dipegang hingga sejajar
dengan telinga. Sementara
mata lembing diarahkan ke
depan agak serong ke arah
bawah.
2. Tangan sebelah kanan
ditekuk, kemudian lembing
dipegang hingga sejajar
dengan telinga, tetapi
mata lembing diarahkan ke
depan dengan serong ke
atas.
3. Lembing dibawa oleh
tangan kanan yang
diletakkan di belakang
badan dengan mata lembing
diarahkan ke depan serong
atas.
1. Lembing terdiri atas 3
bagian yaitu mata lembing,
badan lembing dan tali
pegangan lembing.
2. Panjang lembing putra :
2,6 m – 2,7 m sedangkan
untuk putri : 2,2 m – 2,3
m. berat lembing putra :
800 gram sedangkan untuk
putrid : 600 gram.
3. Lembing harus dipegang
pada tempat pegangan
4. Lemparan sah bila lembing
menancap atau menggores
ke tanah
5. Lemparan tidak sah bila
sewaktu melempar
menyentuh tanah di depan
lengkung lemparan
Itulah beberapa teknik memegang
lembing yang bisa saya berikan,
semoga bisa bermanfaat bagi anda
semua,
From: www.volimaniak.com
Lempar Lembing merupakan salah
satu cabang olahraga atletik yang
mana termasuk dalam kategori
nomor lempar. dan bagi anda anak
pelajar pastinya materi lempar
lembing ini diajarkan pada waktu
tingkat SMP maupun SMA.
Pada teknik dasar lempar lembing
salah satu faktor penting yang
perlu anda ketahui adalah dengan
mengetahui teknik memegang
lembing yang benar. Karena dari
cara memegang lembing ini lah
kita bisa menggunakan beberapa
gaya atau cara melempar lembing
dengan benar, dan ini adalah salah
satu faktor syah atau tidaknya
suatu lemparan.
Lemparan lembing di nyatakan
syah jika menancap pada sektor
lapangan lempar lembing . untuk
menambah wawasan anda dalam
lempar lembing, kali ini volimaniak
akan memberikan sedikit
pengetahuan mengenai teknik
memegang lembing . untuk
uraiannya langsung saja akan
saya jelaskan lebih detail;
Dalam olahraga lempar lembing
terdapat beberapa teknik yang
harus diperhatikan, di antaranya
adalah tentang cara memegang
lembing, cara membawa lembing,
gaya melempar, dan sikap ketika
melempar lembing.
Cara Memegang Lembing
Untuk memegang lembing ada
terdapat aturan dan ketentuan
khusus yang perlu diperhatikan.
Ada dua macam cara dalam
memegang lembing, yaitu:
Pertama lembing diletakkan pada
telapak tangan dengan ujung atau
mata lembing serong hamper
menuju arah badan. Kemudian jari
tengah memegang tepian atau
pangkal ujung dari tali bagian
belakang (dilingkarkan, dibantu
dengan ibu jari ndiletakkan pada
tepi belakang dari pegangan dan
pada badan lembing. Jari telunjuk
harus lemas ke belakang membantu
menahan badan lembing.
Sedangkan jari-jari yang lainnya
turut memegang lilitan pegangan
di atasnya dalam keadaan lemas.
Dengan cara Finlandia ini, jari
tengah dan ibu jari yang
memegang peranan penting untuk
mendorong tali pegangan pada
saat melempar (Syarifuddin,
1992).
Pertama lembing diletakkan pada
telapak tangan, dengan ujung
atau mata lembing serong hamper
menuju kea rah badan. Kemudian
jari telunjuk memegang tepian
atau pangkal dari ujung tali
bagian belakang lembing, dibantu
dengan ibu jari diletakkan pada
tepi belakang dari pegangan dan
pada badan lembing serta dalam
keadaan lurus. Sedangkan ketiga
jari lainya berimpit dan renggang
dengan jari telunjuk turut
membantu dan menutupi lilitan tali
lembing. Jadi dengan pegangan
cara Amerika ini jari telunjuk dan
ibu jari memegang peranan
mendorong tali pegangan lembing
pada saat melempar (Syarifuddin,
1992).
caranya hanya menjepitkan
lembing diantara dua jari tengah
dan jari telunjuk, sedangkan jari
jari lainnya memmegang biasa.
Cara mengambil awalan pada
lempar lembing sangat erat
kaitannya dengan cara membawa
lembing. Oleh karena itu perlu
juga diketahui oleh para atlet
lempar lembing.
Lembing dipegang di atas pundak
di samping kepala dengan mata
lembing serong ke atas, siku
tangan dilipat atau ditekuk
menuju depan. Cara ini digunakan
oleh para pelempar yang
menggunakan awalan gaya jangkit
(hop-step) pada waktu akan
melempar.
Membawa lembing di bawah adalah
dengan lengan kanan lurus ke
bawah, mata lembing menuju
serong ke atas dan ekornya
menuju serong ke bawah hampir
dekat dengan tanah.
Mata lembing menuju serong ke
bawah sedangkan ekornya menuju
serong ke atas melewati pundak
sebelah kanan.
Sedangkan dalam membawa
lembing, ada tiga cara yang bisa
digunakan, yaitu:
1. Tangan sebelah kanan
ditekuk, kemudian lembing
dipegang hingga sejajar
dengan telinga. Sementara
mata lembing diarahkan ke
depan agak serong ke arah
bawah.
2. Tangan sebelah kanan
ditekuk, kemudian lembing
dipegang hingga sejajar
dengan telinga, tetapi
mata lembing diarahkan ke
depan dengan serong ke
atas.
3. Lembing dibawa oleh
tangan kanan yang
diletakkan di belakang
badan dengan mata lembing
diarahkan ke depan serong
atas.
1. Lembing terdiri atas 3
bagian yaitu mata lembing,
badan lembing dan tali
pegangan lembing.
2. Panjang lembing putra :
2,6 m – 2,7 m sedangkan
untuk putri : 2,2 m – 2,3
m. berat lembing putra :
800 gram sedangkan untuk
putrid : 600 gram.
3. Lembing harus dipegang
pada tempat pegangan
4. Lemparan sah bila lembing
menancap atau menggores
ke tanah
5. Lemparan tidak sah bila
sewaktu melempar
menyentuh tanah di depan
lengkung lemparan
Itulah beberapa teknik memegang
lembing yang bisa saya berikan,
semoga bisa bermanfaat bagi anda
semua,
From: www.volimaniak.com
Selasa, 01 Maret 2016
PERMAINAN SOFTBALL
Permainan Softball
Permainan Softball. Permainan ini diciptakan oleh George Hansock (Amerika Serikat) dan dimainkan pertama kali di Chicago. Peraturan permainan dibuat oleh Lewis Robert tahun 1906 dan pada tahun 1916 diperbaiki oleh Matthew. Pada tahun 1930, ada perubahan permainan dari indoor ke outdoor oleh H. Fischer dan M.J. Ponley. Pada tahun 1968, permainan softball diperkenalkan di Asia, ketika dilakukan kejuaraan di Manila. Softball pertama kali dipertandingkan di Indonesia pada PON VII di Surabaya tahun 1969.
Peraturan Permainan Softball
a. Lapangan
Lapangan softball berbentuk segi empat, panjang setiap sisinya 16,76 m. Ukuran lapangan softball adalah
sebagai berikut.
Setiap tim harus menggunakan seragam softball dan topi yang bernomor, serta alat lain untuk penjaga.
Perlengkapan untuk para penjaga, antara lain:
a. Peraturan permainan
Peraturan permainan softball, meliputi:
Peraturan Permainan Softball
a. Lapangan
Lapangan softball berbentuk segi empat, panjang setiap sisinya 16,76 m. Ukuran lapangan softball adalah
sebagai berikut.
- Panjang setiap sisinya 16,76 m.
- Jarak dari home base ke tempat pelempar adalah 13,07 m.
- Tempat pelempar berdiri (pitcher plate), berukuran ± 60 × 15 m.
- Permainan softball mempunyai tiga tempat hinggap pelari yang disebut base. Base terdiri atas base I, II, dan III, sedang base IV langsung dilewati. Base IV merupakan tempat untuk memukul (home base). Setiap base terbuat dari karet atau kanvas yang merupakan bantalan, dengan ukuran masingmasing base 38 × 38 cm dan tebal 5-12,5 cm, kecuali home base berukuran 42,5 × 21,5/22 cm sisi puncaknya berukuran 30 cm.
- Perpanjangan garis dari home base ke base I dan II disebut garis batas/ sektor, gunanya untuk menentukan bola itu jatuhnya di dalam atau di luar garis batas.
Setiap tim harus menggunakan seragam softball dan topi yang bernomor, serta alat lain untuk penjaga.
Perlengkapan untuk para penjaga, antara lain:
- Pemain penjaga memakai glove (semacam sarung tangan) yang terbuat dari kulit agak tebal, berukuran 38 × 38 cm dan beratnya 283 gram. Untuk penjaga belakang atau Catcher, selain memakai glove juga mengenakan pelindung muka atau kepala yang disebut masker/face mark dan pelindung badan yang disebut body protector.
- Bola terbuat dari kulit yang di dalamnya terdiri atas campuran gabus dan karet. Lingkaran bola 30 cm dan berat bola 190 gram.
- Alat pemukul atau stick yang dipakai harus sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh PB PERBASASI yang panjangnya tidak lebih dari 40 cm.
a. Peraturan permainan
Peraturan permainan softball, meliputi:
- Jumlah pemain dalam satu regu terdiri atas 9 orang.
- Pertandingan dipimpin oleh wasit, di setiap base ditempatkan seorang pembantu wasit (umpire) yang disebut base umpire.
- Lamanya permainan ditentukan oleh inning, yaitu sebanyak 7 inning. Adapun yang dimaksud satu inning adalah setiap regu bermain sekali giliran memukul dan sekali giliran menjaga.
- Untuk menentukan siapa yang menjadi regu penjaga (home team/HT) dan siapa regu pemukul (visiting team/VT) harus dilakukan undian (toss) dengan uang logam.
- Permainan dilakukan sebanyak tujuh inning. Untuk pertandingan antarsekolah dapat dibatasi dengan waktu 1½ jam, tetapi dengan catatan sesudah mencapai 5 inning penuh (perjanjian setempat).
- Apabila suatu regu tidak datang di lapangan pada waktu bertanding, regu tersebut dinyatakan kalah, dan regu yang menang dapat nilai 7- 0.
- Nilai tidak dihitung jika terjadinya bersamaan dengan terjadinya out yang ke-3 di first base atau di katuk di tempat lain (sebelum mencapai base).
- Pitcher harus berdiri di pitcher's plate atau kedua kaki cukup menyentuh plate dengan tumit ujung kaki.
- Pitcher harus menghadap ke batter.
- Pitcher harus memegang bola jika akan melakukan pitching dan harus di depan badan.
- Pada waktu melakukan pitching, pitcher hanya boleh melangkah satu langkah ke depan/ke arah batter dan gerakan harus simultan.
- Putaran lengan hanya satu kali (ke belakang).
- Pitcher hanya boleh menahan bola selama 30 detik.
- Antarkotak bola dengan glove paling cepat 2 glove.
- Pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan tersebut di atas oleh pitcher, dinyatakan ilegal pitch (tidak sah),
- Jika terjadi ilegal pitch, bola dinyatakan mati, pelari dari base maju satu base, pemukul (batter) memperoleh tambahan bola.
d. Batting
- Pemukul harus berdiri di dalam batter's box, sebab jika salah satu kaki keluar dari batter's box pada waktu pemukul bola dan kena, baik fair ball maupun foul ball, maka dinyatakan mati (out).
- Pemukul harus sesuai urutan pemukul atau harus sesuai dengan daftar pemain yang ada di panitia.
- Apabila terjadi out ke-3 (mati ke-3) pada waktu seorang batter belum menyelesaikan gilirannya maka dia akan menjadi pemukul pertama pada inning berikutnya.
e. Strike
Strike dinyatakan kepada batter, apabila:
- Pemukul berhasil atau tidak berhasil memukul bola dari pitcher yang masuk strike zone maupun yang tidak termasuk strike zone; apabila hal itu terjadi pada strike III dan ditangkap catcher, batter, dinyatakan out. Atau jika kurang dari 2 out, bola dilepaskan oleh catcher dan first base ada pelari, batter dinyatakan out.
- Foul tape yang ditangkap catcher.
- Foul ball yang terjadi sebelum pukulan ke-3 dan tidak tertangkap oleh fielder (penjaga).
- Bola dari pitcher yang dipukul oleh batter tetapi tidak kena.
f. Sliding
Sliding, yaitu berhenti pada suatu base sambil mengerem dengan cara menjatuhkan badan ke muka atau ke belakang agar sukar di-tick.
g. Mematikan lawan (men-tick)
Pelaksanaannya:
- Tick sebelum pelari sampai di base (bola tidak boleh dilepas oleh penjaga).
- Jika seorang berlari menuju suatu base maka cukup membakar atau menginjak base yang akan dituju pelari.
- Regu pemukul dinyatakan tiga kali mati, maka diadakan pertukaran posisi jaga
h. Cara mendapatkan angka
Pelaksanaannya:
- Setiap pelari dengan pukulan yang baik dan dapat kembali melampaui home base mendapatkan nilai 1 (satu), pemain tetap ada di base (tidak keluar).
- Bola dipukul melambung, langsung dinyatakan mati serta pelari lain harus kembali ke base yang semula ditempati agar tidak dibakar basenya, pelari yang kembali dapat di-tick.
- Home run, terjadi apabila bola yang dipukul tidak dapat ditangkap, dengan nilai 2.
2. Beberapa Hal Penting dalam Permainan Softball
Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam permainan softball, yaitu:
- Terjadi masalah di lapangan, jika ada pemain yang melakukan gerakan yang salah pada saat melambungkan bola atau ada pemain mengganggu.
- Apabila terjadi angka seri sampai inning 7 maka pertandingan dilanjutkan dengan inning, dan jika masih seri serta kondisi tidak memungkinkan maka pertandingan diulang.
- Tim yang menolak bermain pada waktu yang sudah ditentukan atau play ball maka dinyatakan kalah 7–0.
- Time out 1 kali setiap inning selama 1 menit.
3. Faktor Keselamatan
Untuk faktor keselamatan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam permainan softball, yaitu:
- Setiap tim berpakaian softball dan cap. Di depan pakaian dituliskan nama daerah atau klub, sedangkan di belakang nomor punggung.
- Pemain penjaga memakai sarung tangan (glove) yang dibuat dari kulit agak tebal dengan ukuran ± 283,33 gram. Untuk pemain belakang atau catcher dilengkapi juga pelindung muka (face masker), pelindung kepala (head masker), dan pelindung badan (body protector).
- Pemukul (stick) sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh PB Perbasasi, yaitu kayu dengan panjang ± 40 cm.
- Bola dibuat dari kulit berwarna putih dengan ukuran berat ± 190 gram dengan keliling bola 30 cm.
4. Bermain Softball dengan Peraturan Sederhana
Pelaksanaannya:
- Jumlah pemain 9 orang.
- Ukuran lapangan persegi panjang.
- Pemukul lebih kecil (pemukul kasti).
- Bola menggunakan bola tenis.
- Tiap bermain ada penjaga dan ada yang memukul.
- Setelah memukul bola, siswa berlari ke base 1, 2, 3, dan kembali ke base 4.
- Nilai 1 untuk pemain yang sudah menempuh base 1, 2, 3, dan 4.
- Nilai 2 untuk home run.
- Lamanya permainan 1 inning ± 30 menit.
Senin, 29 Februari 2016
TEKNIK DASAR PERMAINAN BOLA VOLLY
1. Pengertian Teknik
Teknik adalah suatu proses melahirkan keaktifan jasmani dan pembuktian suatu peraktek dengan sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas yang pasti dalam cabang olahraga (khususnya cabang permainan bola voli ). Teknik dikatakan baik apabila dari segi anatomis/fisiologis mekanik dan mental terpenuhi secara benar persyaratannya. Apabila diterapkan pencapaian prestasi maksimal untuk menganalisa gerakan teknik, umumnya para guru atau pelatih akan dapat mengoreksi dan memperbaiki (Suharno, HP, 1983 : 3).
2. Kegunaan Teknik
Pada Cabang Olahraga Efisien dan Efektif untuk mencapai prestasi maksimal. Untuk mencegah dan mengurangi terjadinya cidera. Untuk menambah macam-macam teknik atlet ada saat pertandingan. (Suharno, HP. 1982 : 30). Atlet akan lebih mantap dan optimis dalam memasuki arena pertandingan (Engkos Kosasih, 1984 : 109)
3. Teknik Penguasaan Bola
Untuk dapat menguasai bola secara maksimal dan sempurna seorang pemain setidaknya harus memiliki kemampuan- kemampuan seperti mampu melakukan passing atas secara baik dan benar dari teknik dasar ini tidak diabaikan dan harus dilatih dengn baik, seseorang harus mengerti dan benar-benar dapat menguasai teknik penguasaan bola dengan baik dan terus menerus, (Dleter Beullteshtahl. 1986 : 9). Agar dapat bermain bola voli dengan baik, seseorang harusmengerti dan benar-benar dapat menguasai teknik penguasaan bola dengan baik. Dengan menguasai teknik penguasaan bola dan latihan yang continue diharapkan nantinya dapat bermain bola voli secara baik dan benar.
4. Passing Bawah
Passing bawah biasanya dipergunakan oleh para pemain jika bola datangnya rendah, baik untuk dioperkan kepada teman seregunya maupun untuk dikembalikan ke lapangan lawan melewati atas jaring ataunet.
5. Passing Atas
Passing atas atau passing tangan
atas adalah cara pengambilan
bola atau mengoper dari atas
kepala dengan jari-jari tangan.
Bola yang datang dari atas
diambil dengan jari-jari tangan
di atas, agak di depan kepala
(Aip Syarifuddin, 1997: 69).
Passing atas merupakan teknik
penguasaan bola yang penting
untuk dipelajari. Passing atas
adalah dapat diartikan
menyajikan bola atau mengoper
bola dengan menggunakan jari
tangan kepada lawan atau
langsung ke lapangan lawan, di
samping itu passing atas yang
baik akan mempengaruhi di
dalam pertandingan tetapi hal
ini lebih menonjol dalam
pertandingan tingkat tinggi
dibandingkan pada
pertandingan yang lebih
rendah.
Waktu melakukan passing atas
harus diperhatikan beberapa
hal, seperti yang dikembangkan
oleh Engkos Kosasih sebagai
berikut :
Konsentrasi untuk
melakukan passing atas.
Berlatih dan menyesuaikan
diri untuk menguasai bola.
Lihat dan pelajari dimana
tempat menempatkan bola
yang tepat.
Ketahui posisi lemah regu
lawan (Engkos Kosasih,
1985 : 109).
Beberapa cara di dalam
melakukan passing atas dalam
parmainan bola voli , antara lain
:
Tempatkan badan di
bawah bola.
Kedua kaki dibuka, lutut
ditekuk, sehingga posisi
tubuh berada dalam
keadaan setengah jongkok.
Siku dibengkokkan, jari-
jari tengah direnggangkan
dan letak di depan atas
dahi.
Sikap tangan seperti
mangkok.
Pandangan ke arah
datangnya bola.
Pada waktu bola datang,
bola didorong dengan jari-
jari tangan, perkenaan
tangan pada bola yaitu
ruas pertama dan kedua
jari telunjuk sampai
kelingking, sedangkan ibu
jari hanya pada ruas
pertama.
Untuk membantu gerakan
jari-jari tangan,
pergelangan tangan
digerakkan kearah depan
atas.
Setelah bola lepas dari
tangan, diikuti dengan
gerakan anggota badan
dan langkah kaki ke depan
untuk menjaga
keseimbangan (Edi
Suparman, 1994 : 91).
Gerakan passing bawah dan
passing atas yang menunjukkan
bahwa digunakan passing
bawah pada saat bola yang
datangnya rendah atau berada
di depan dada, sedangkan
passing atas digunakan apabila
bola datangnya di atas atau
melambung. Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa untuk
menerima bola service lebih
baik dan tepat menggunakan
passing bawah dibandingkan
dengan passing atas, karena
kebanyakan bola sevice
datangnya rendah dan berada di
depan dada.
6. Service Bawah
Service bawah adalah cara
melakukan pukulan permukaan
dari petak service dengan
memukul bola dengan tangan
dari bawah sebagai usaha
menghidupkan bola dalam
permainan (Aip Syarifuddin,
1997 : 70).
Service bawah merupakan
service yang dilakukan dengan
tangan bawah, siku diluruskan
dan ayunan tangan dari
belakang ke depan melalui
samping badan, salah satunya
tangan memegang bola dan bola
tersebut dilambungkan baru
dipukul. Service ini sangat
populer dan sering dilakukan
oleh pemain pemula.
7. Service Atas
Service atas adalah cara
melakukan pukulan permulaan
dari bawah service dengan
memukul bola dari atas kepala
sebagai usaha menghidupkan
bola ke dalam permainan (Aip
Syarifuddin, 1997 : 53).
Servise atas banyak variasinya,
bola dapat dilambungkan
dengan satu tangan atau dua
tangan, tinggi lambungan bola
tergantung dari maksud
pukulan dan kesenangan
pribadi pemain. Namun pada
prinsipnya harus diusahakan
agar bola dilambungkan
sedemikian rupa tingginya,
sehingga seluruh rangkaian
gerakan memukul menjadi satu
gerakan yang tidak terputus-
putus.
8. Service Samping
Service samping adalah
melakukan pukulan permulaan
dari daerah service dengan
sikap berdiri menyamping dan
berat badan berada di kaki
kanan (bagi yang tidak kidal),
telapak tangan menghadap ke
atas (Mariyanto, 1995 : 119).
Adapun pelaksanaan service
samping adalah service berdiri
menyamping dengan tubuh
bagian kiri lebih dekat dengan
jaring (bagi yang tidak kidal)
kedua tanga bersama-sama
memegang bola.
Pada saat bola akan
dilambungkan, maka badan
diliukkan ke belakang dan lutut
ditekuk. Kedua tangan
dijulurkan ke samping kanan,
begitu bola lepas dari tangan,
maka tangan ditarik kesamping
kanan bawah, berat badan
berada di kaki kanan, telapak
tangan menghadap ke atas,
pukulan tangan pada bola
dibantu dengan liukan badan,
lecutan lengan dan gerakan
pergelangn tangan sehingga
bola setelah dipukul melambung
dengan keras dan topspin.
9. Service Lompat
Service lompat adalah cara
melakukan pukulan permulaan
di daerah service dengan
melompat setelah bola
dilambungkan dengan satu
tangan atau dua tangan (Aip
Syarifuddin, 1997 : 59). Service
lompat dilakukan dengan bola
dilambungkan dengan satu atau
dua tangan. Begitu bola
dilambungkan diikuti dengan
melompat dan diusahakan bola
berada di atas depan kepala.
Bila bola telah berada di atas
depan kepala maka segeralah
tangan kanan dipukulkan pada
bola secepatnya.
10. Smash (Spike)
Smesh atau spike adalah
gerakan memukul bola yang
dilakukan dengan kuat dan
keras serta jalannya bola cepat,
tajam dan menukik serta sulit
diterima lawan apabila pukulan
itu dilakukan dengan cepat dan
tepat (Aip Syarifuddin, 1997 :
58). Pada teknik smash inilah
letak seninya permainan bola
voli, apabila pemain hendak
memenangkan pertandingan
maka mau tidak mau mereka
harus menguasai teknik smash.
Pemain yang pandai melakukan
smash atau dengan istilah
smasher harus memiliki
kelincahan, daya ledak, timing
yang tepat dan mempunyai
kemampuan memukul bola yang
sempurna. Pemain bola voli
akan dapat melakukan berbagai
variasi smash apabila pemain
tersebut menguasai teknik
dasar smash secara baik dan
benar.
11. Membendung (Bloking)
Membendung (Bloking) adalah
bentuk gerakan seseorang atau
beberapa orang pemain yang
berada didekat net/pemain
depan (Aip Syarifuddin, 1997 :
58). Tujuan untuk menutupi
atau membendung datangnya
bola dari lapangan lawan,
caranya dengan menjulurkan
kedua tangan ke atas dengan
ketinggian yang kanan lebih
tinggi dari tepian atau bibir net.
Selama melakukan blocking
perhatian harus terus menerus
kepada bola, posisi smasher
terhadap bola dan pendangan
mata dari pada smasher. Untuk
menyesuaikan terhadap arah
datangnya smash, maka perlu
mengadakan langkah atau step
ke samping kiri atau ke kanan
dengan maksud agar setiap saat
dapat melompat ke atas untuk
melakukan blocking.
1. Pengertian Teknik
Teknik adalah suatu proses melahirkan keaktifan jasmani dan pembuktian suatu peraktek dengan sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas yang pasti dalam cabang olahraga (khususnya cabang permainan bola voli ). Teknik dikatakan baik apabila dari segi anatomis/fisiologis mekanik dan mental terpenuhi secara benar persyaratannya. Apabila diterapkan pencapaian prestasi maksimal untuk menganalisa gerakan teknik, umumnya para guru atau pelatih akan dapat mengoreksi dan memperbaiki (Suharno, HP, 1983 : 3).
2. Kegunaan Teknik
Pada Cabang Olahraga Efisien dan Efektif untuk mencapai prestasi maksimal. Untuk mencegah dan mengurangi terjadinya cidera. Untuk menambah macam-macam teknik atlet ada saat pertandingan. (Suharno, HP. 1982 : 30). Atlet akan lebih mantap dan optimis dalam memasuki arena pertandingan (Engkos Kosasih, 1984 : 109)
3. Teknik Penguasaan Bola
Untuk dapat menguasai bola secara maksimal dan sempurna seorang pemain setidaknya harus memiliki kemampuan- kemampuan seperti mampu melakukan passing atas secara baik dan benar dari teknik dasar ini tidak diabaikan dan harus dilatih dengn baik, seseorang harus mengerti dan benar-benar dapat menguasai teknik penguasaan bola dengan baik dan terus menerus, (Dleter Beullteshtahl. 1986 : 9). Agar dapat bermain bola voli dengan baik, seseorang harusmengerti dan benar-benar dapat menguasai teknik penguasaan bola dengan baik. Dengan menguasai teknik penguasaan bola dan latihan yang continue diharapkan nantinya dapat bermain bola voli secara baik dan benar.
4. Passing Bawah
Passing bawah biasanya dipergunakan oleh para pemain jika bola datangnya rendah, baik untuk dioperkan kepada teman seregunya maupun untuk dikembalikan ke lapangan lawan melewati atas jaring ataunet.
5. Passing Atas
Passing atas atau passing tangan
atas adalah cara pengambilan
bola atau mengoper dari atas
kepala dengan jari-jari tangan.
Bola yang datang dari atas
diambil dengan jari-jari tangan
di atas, agak di depan kepala
(Aip Syarifuddin, 1997: 69).
Passing atas merupakan teknik
penguasaan bola yang penting
untuk dipelajari. Passing atas
adalah dapat diartikan
menyajikan bola atau mengoper
bola dengan menggunakan jari
tangan kepada lawan atau
langsung ke lapangan lawan, di
samping itu passing atas yang
baik akan mempengaruhi di
dalam pertandingan tetapi hal
ini lebih menonjol dalam
pertandingan tingkat tinggi
dibandingkan pada
pertandingan yang lebih
rendah.
Waktu melakukan passing atas
harus diperhatikan beberapa
hal, seperti yang dikembangkan
oleh Engkos Kosasih sebagai
berikut :
Konsentrasi untuk
melakukan passing atas.
Berlatih dan menyesuaikan
diri untuk menguasai bola.
Lihat dan pelajari dimana
tempat menempatkan bola
yang tepat.
Ketahui posisi lemah regu
lawan (Engkos Kosasih,
1985 : 109).
Beberapa cara di dalam
melakukan passing atas dalam
parmainan bola voli , antara lain
:
Tempatkan badan di
bawah bola.
Kedua kaki dibuka, lutut
ditekuk, sehingga posisi
tubuh berada dalam
keadaan setengah jongkok.
Siku dibengkokkan, jari-
jari tengah direnggangkan
dan letak di depan atas
dahi.
Sikap tangan seperti
mangkok.
Pandangan ke arah
datangnya bola.
Pada waktu bola datang,
bola didorong dengan jari-
jari tangan, perkenaan
tangan pada bola yaitu
ruas pertama dan kedua
jari telunjuk sampai
kelingking, sedangkan ibu
jari hanya pada ruas
pertama.
Untuk membantu gerakan
jari-jari tangan,
pergelangan tangan
digerakkan kearah depan
atas.
Setelah bola lepas dari
tangan, diikuti dengan
gerakan anggota badan
dan langkah kaki ke depan
untuk menjaga
keseimbangan (Edi
Suparman, 1994 : 91).
Gerakan passing bawah dan
passing atas yang menunjukkan
bahwa digunakan passing
bawah pada saat bola yang
datangnya rendah atau berada
di depan dada, sedangkan
passing atas digunakan apabila
bola datangnya di atas atau
melambung. Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa untuk
menerima bola service lebih
baik dan tepat menggunakan
passing bawah dibandingkan
dengan passing atas, karena
kebanyakan bola sevice
datangnya rendah dan berada di
depan dada.
6. Service Bawah
Service bawah adalah cara
melakukan pukulan permukaan
dari petak service dengan
memukul bola dengan tangan
dari bawah sebagai usaha
menghidupkan bola dalam
permainan (Aip Syarifuddin,
1997 : 70).
Service bawah merupakan
service yang dilakukan dengan
tangan bawah, siku diluruskan
dan ayunan tangan dari
belakang ke depan melalui
samping badan, salah satunya
tangan memegang bola dan bola
tersebut dilambungkan baru
dipukul. Service ini sangat
populer dan sering dilakukan
oleh pemain pemula.
7. Service Atas
Service atas adalah cara
melakukan pukulan permulaan
dari bawah service dengan
memukul bola dari atas kepala
sebagai usaha menghidupkan
bola ke dalam permainan (Aip
Syarifuddin, 1997 : 53).
Servise atas banyak variasinya,
bola dapat dilambungkan
dengan satu tangan atau dua
tangan, tinggi lambungan bola
tergantung dari maksud
pukulan dan kesenangan
pribadi pemain. Namun pada
prinsipnya harus diusahakan
agar bola dilambungkan
sedemikian rupa tingginya,
sehingga seluruh rangkaian
gerakan memukul menjadi satu
gerakan yang tidak terputus-
putus.
8. Service Samping
Service samping adalah
melakukan pukulan permulaan
dari daerah service dengan
sikap berdiri menyamping dan
berat badan berada di kaki
kanan (bagi yang tidak kidal),
telapak tangan menghadap ke
atas (Mariyanto, 1995 : 119).
Adapun pelaksanaan service
samping adalah service berdiri
menyamping dengan tubuh
bagian kiri lebih dekat dengan
jaring (bagi yang tidak kidal)
kedua tanga bersama-sama
memegang bola.
Pada saat bola akan
dilambungkan, maka badan
diliukkan ke belakang dan lutut
ditekuk. Kedua tangan
dijulurkan ke samping kanan,
begitu bola lepas dari tangan,
maka tangan ditarik kesamping
kanan bawah, berat badan
berada di kaki kanan, telapak
tangan menghadap ke atas,
pukulan tangan pada bola
dibantu dengan liukan badan,
lecutan lengan dan gerakan
pergelangn tangan sehingga
bola setelah dipukul melambung
dengan keras dan topspin.
9. Service Lompat
Service lompat adalah cara
melakukan pukulan permulaan
di daerah service dengan
melompat setelah bola
dilambungkan dengan satu
tangan atau dua tangan (Aip
Syarifuddin, 1997 : 59). Service
lompat dilakukan dengan bola
dilambungkan dengan satu atau
dua tangan. Begitu bola
dilambungkan diikuti dengan
melompat dan diusahakan bola
berada di atas depan kepala.
Bila bola telah berada di atas
depan kepala maka segeralah
tangan kanan dipukulkan pada
bola secepatnya.
10. Smash (Spike)
Smesh atau spike adalah
gerakan memukul bola yang
dilakukan dengan kuat dan
keras serta jalannya bola cepat,
tajam dan menukik serta sulit
diterima lawan apabila pukulan
itu dilakukan dengan cepat dan
tepat (Aip Syarifuddin, 1997 :
58). Pada teknik smash inilah
letak seninya permainan bola
voli, apabila pemain hendak
memenangkan pertandingan
maka mau tidak mau mereka
harus menguasai teknik smash.
Pemain yang pandai melakukan
smash atau dengan istilah
smasher harus memiliki
kelincahan, daya ledak, timing
yang tepat dan mempunyai
kemampuan memukul bola yang
sempurna. Pemain bola voli
akan dapat melakukan berbagai
variasi smash apabila pemain
tersebut menguasai teknik
dasar smash secara baik dan
benar.
11. Membendung (Bloking)
Membendung (Bloking) adalah
bentuk gerakan seseorang atau
beberapa orang pemain yang
berada didekat net/pemain
depan (Aip Syarifuddin, 1997 :
58). Tujuan untuk menutupi
atau membendung datangnya
bola dari lapangan lawan,
caranya dengan menjulurkan
kedua tangan ke atas dengan
ketinggian yang kanan lebih
tinggi dari tepian atau bibir net.
Selama melakukan blocking
perhatian harus terus menerus
kepada bola, posisi smasher
terhadap bola dan pendangan
mata dari pada smasher. Untuk
menyesuaikan terhadap arah
datangnya smash, maka perlu
mengadakan langkah atau step
ke samping kiri atau ke kanan
dengan maksud agar setiap saat
dapat melompat ke atas untuk
melakukan blocking.
Langganan:
Postingan (Atom)

